Archive for October, 2008

Pesan Penting 19419

27 October, 2008

Gila!!

Selama empat setengah tahun. Dalam 86 (delapanpuluh enam) pertandingan kandang liga Inggris. Chelsea FC tidak pernah menelan kekalahan! Kekalahan terakhir Chelsea di Stamford Bridge diderita dari Arsenal bulan Februari 2004. Goal cepat Eidur Gudjohnsen (detik ke 27) di balas dua goal Arsenal (Vieira menit 15, Edu menit 20). Kala itu Chelsea di bawah pelatih Claudio Ranieri yang sekarang menukangi Juventus.

Sejak kekalahan tersebut, dalam lanjutan liga inggris The Blues tidak pernah kalah lagi di Stamford Bridge. Sebuah rekor dahsyat. Bursa taruhan selalu menjagokan Chelsea atas tamu-tamunya. Tetapi segala sesuatu punya batas akhir. Seperti diungkapkan punggawa Liverpool Jamie Carragher usai teamnya menundukkan Chelsea di Stamford Brigde,

“Rekor kandang Chelsea sungguh fantastis. Delapanpuluh enam pertandingan tanpa kalah. Sebuah prestasi yang sulit ditandingi. Namun segala sesuatu punya batas akhir. Dan saya bangga rekor Chelsea putus ditangan kami (Liverpool)”

Kemenangan Liverpool di Stamford Bridge mengukuhkan The Reds di puncak klasemen sementara. Sebagai seorang fans, situasi ini lebih dari sekedar mengembirakan. Tetapi membangkitkan harapan realistis bahwa Liverpool menjadi penantang serius perburuan juara Premier League musim ini.

Penantian Liverpool akan gelar liga inggris sudah begitu lama. Terakhir kali The Reds merengkuh juara liga adalah tahun 1990. Ini adalah musim ke-19 Liverpudlian bersabar menanti. Harapan saya sebagai fans adalah masa penantian itu segera berakhir.

Rangkaian angka 19419 semoga cukup “magis”. Dalam arti 19 tahun penantian untuk gelar ke-19 (19th year For 19th Title).

Kemenangan Liverpool 26 Oktober 2008 tidak sekedar mencoreng torehan manis Chelsea di Stamford Bridge. Namun sekaligus mengirim pesan penting bahwa gelar juara liga Inggris sudah saatnya pulang ke tempat dimana gelar itu seharusnya berada.

YNWA

God vs Devil

17 October, 2008

om-om liga inggris minggu ini banyak berkomentar tentang “hasil” pertandingan babak kualifikasi piala dunia. bukan berbicara tentang tim mana yang menang atau berapa skor pertandingan. tetapi soal anak asuh mereka yang cedera saat menjalani laga internasional. ya, klasik sekali : klub vs timnas. masing-masing punya kepentingan. tak jarang saling adu mulut bahkan saling lapor lembaga penengah.

yang paling mencolok minggu ini adalah Om Benitez pelatih klub kesayanganku, dan manager Chelsea Om Solar…eh..Scolary. masing-masing dapat problem sama : cedera pemain waktu membela timnas. Liverpool harus rela menunggu Torres hingga 10-15 hari karena cedera paha. artinya si pemilik nomor pungung 9 itu akan absen di tiga pertandingan penting. sabtu ini lawan wigan, midweek di ajang piala champions versus atletico madrid, dan minggu depan saat melawat ke stamford bridge. kubu chelsea juga didera “kutukan timnas”. kali ini giliran si Ballack. dia diperkirakan absen 2-3 minggu.

menariknya, dua pelatih klub papan atas tersebut punya reaksi berbeda.

Scolary — ” Ballack akan absen 2 atau 3 pekan. saya tidak gusar. saya bahagia karena ini adalah sebuah ujian untuk membuktikan apakah saya seorang pelatih hebat. saya perlu merubah susunan tim, berimprovisasi, memasukkan pemain pegganti, dan sealigus memotivasii mereka. ini baik bagi tugas dan pekerjaan saya. hal ini tidak sulit bagi saya. normal saja. tiap minggu saya perlu membangun tim yang berbeda. dalam sepakbola, suatu hal normal jika ada pemain cedera saat membela timnas. banyak klub mengalami itu”.

sedang Om Benitez bereaksi sebaliknya — ” saya sangat kecewa dengan semua ini. kita akan kehilangan Fernando Torres dalam tiga pertandingan penting. ada terlalu banyak pertandingan internasional sehinga berakibat banyak hal terhadap pemain. seseorang perlu menganalisa situasi ini karena selalu menghadirkan resiko cedera bagi para pemain”

dua reaksi yang sangat bertolak belakang. Scolary tampak tenang dan berfikir positif. sedang Om Beny sewot. mungkin posisi Ballack di the blues tidak sepenting Tores di Liverpool. semoga Om Scolary bisa sepositif ini saat kehilangan John Terry atau Petr Chech.

relax Om Beny! kita sudah habisi MU tanpa Gerrard & Tores dalam starting line-up. optimis!!

(diterjemahkan dari artikel “Scolary is god, Benitez is the devil” — the gaffer, www.epltalk.com)

Dimana Letak Akal?

9 October, 2008

Seorang wanita cantik berkendara motor dengan santai menerabas lampu merah sebuah perempatan. Hanya dibutuhkan beberapa menit saja polisi mampu menyusul dan menghentikannya.

“Apakah saudara tidak melihat lampu merah?”, tanya sang polisi.

“Saya lihat, Pak”

“Lalu kenapa saudara tidak berhenti?”

“lha wong saya tidak melihat Bapak”

“Jadi saudara hanya patuh kalau melihat saya?”

“Lebih tepatnya, saya biasa berhenti untuk sekedar menatap wajah ganteng Bapak”

“Lain kali hati-hati, ya. Silahkan jalan”

Sebuah ungkapan : Ketampanan seorang laki-laki terletak pada akalnya, sedang akal wanita ada pada kecantikannya