Guru biologi di sekolah dulu bilang bahwa lidah merupakan indera pengecap. Di situlah terdapat saraf yang mampu menerjemahkan berbagai rasa. Rasa manis, pahit, kecut, dan sebagainya. Pahit ada di bagian belakang lidah kalau ngga salah. Saraf pengecap rasa manis dimana? Di depan mungkin ya? Ntar buka buku biologi lagi.
Saat ini saya bukan mau melihat peta bagian saraf pengecap. Cuman lagi merenung. Diantara berbagai rasa yang sering dikenal tersebut, ada sebuah rasa yang terkenal tapi belum pernah saya dengar di bagian mana rasa tersebut berada : Rasa “enak”. Saat kita bilang bahwa rasa kue itu “enak”, maka kira-kira lidah bagian mana ya yang mendeteksi rasa “enak” tersebut.
Eit, bukannya mo merambah area filsafat tentang difinisi kata “enak”. Sekedar teringat kejadian beberapa hari lalu. Seorang teman kerja sedang makan siang.
“kuah apa yang paling kamu suka”.
“kuah sup”, jawab sang teman.
“ok, coba ambil kuah sup dan tuangkan ke dalam sebuah cangkir. Lalu minumlah kuah sup itu dengan cangkir”.
Sang teman mengerutkan dahi. Sepertinya lagi melakukan penghayatan. Beberapa detik kemudian dia bilang,
“ah, ya ngga enak”
“lho, kok bisa? Kamu bilang suka sekali sama kuah sup”
“Pasti jadi tidak enak. Bisa dibayangkan”.
“kenapa kamu terbayang rasa tidak enak, padahal kamu suka kuah sup. Toh yang diminum kan kuahnya, bukan cangkirnya”.
“ya ngga tahu, tapi pasti ngga enak. Mungkin karena terlalu banyak kalau pakai cangkir”
“begini, coba minum kuah sup seporsi sendok makan, tapi dengan cangkir. Disruput saja.”
Sang teman lagi-lagi membayangkan. Sejenak kemudian dia bergidik. Seperti menahan jijik.
Hmmmm…..rupanya rasa enak bukan monopoli lidah. Ternyata makanan atau minuman yang dirasa enak oleh seseorang, bisa berbalik jadi tidak enak hanya karena tempat makanan/minuman tersebut. Hanya faktor tempat? Nanti dulu, lebih baik menelusuri kerja otak. Bagaimana otak memberi batasan bahwa “kuah sup enak jika diambil dari piring dengan sendok untuk dimasukkan ke mulut” .
Sebuah pembatasan. Dari mana? Kebiasaan?
terkenal istilah “bisa karena biasa”…rupanya ada juga istilah “enak karena biasa”…..tapi katanya kadang orang ngerasa enak karena mencoba yang ngga biasa…he he he
so?
mending bobok dulu. udah ngantuk.
byee